Percakapan Antara Cinta dan Pernikahan
Karya Aleesya
Seorang anak bertanya kepada gurunya, "Mengapa banyak orang menentukan untuk menikah terlebih dahulu kemudian mereka jatuh cinta?" Guru tersebut berkata, "untuk menjawab pertanyaan kamu, coba pergi ke sawah dan pilih padi yang berdasarkan kau terbaik dan kemudian kembali. Tapi peraturannya ialah kau hanya sanggup melakukannya sekali dan tidak sanggup kembali untuk menentukan lagi." Siswa tersebut kemudian pergi ke sawah, ketika melewati barisan pertama, ia melihat setangkai padi besar dan pribadi ia sukai kemudiana ia petik. Tapi ia bertanya-tanya mungkin ada yang lebih besar lagi dari pada yang itu. Kemudian ia melihat padi lain lebih besar, ia meninggalkan padi yang pertama dan memetik padi yang gres ia lihat tadi. Tapi sekali lagi ia berpikir mungkin ada yang lebih besar lagi. Terus dan terus berulang.
![]() |
| Cerpen: Percakapan Antara Cinta dan Pernikahan Karya Aleesya | www.zonasiswa.com |
Setelah ia selesai mencari lebih dari separuh petak sawah, ia mulai menyadari bahwa padi yang ia pegang kini tidak lebih besar dengan padi yang sudah ia petik dan tinggalkan, ia mulai menyadari bahwa ia telah melewatkan yang terbaik dalam pencarian yang lebih baik. Jadi, ia kesudahannya kembali ke gurunya dengan tangan hampa alasannya ia tidak sanggup memaafkan dirinya sendiri alasannya melepaskan padi terbaik dan menjelaskan apa yang terjadi. Guru tersebut berkata, "kamu terus mencari yang lebih baik ketika kau sudah memiliki yang terbaik dan kemudian ketika kau menyadari bahwa kau telah meninggalkannya, kau tidak sanggup kembali. Inilah kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang yang jatuh cinta dan kehilangan orang terbaik yang mereka sanggup dapatkan dalam hidup mereka".
Anak itu kemduian berkata, "Apakah itu berarti, seseorang dilarang jatuh cinta?" Guru tersebut menjawab, "Tentu tidak, siapapun sanggup jatuh cinta kalau mereka menemukan orang yang tepat. Tapi, begitu kau benar-benar jatuh cinta, kau dilarang melepaskan orang itu alasannya kemarahan, ego atau kau bandingkan dengan orang lain ".
"Lalu, bagaimana mereka sanggup menikahi orang lain selain yang mereka cintai?" Tanya anak itu. Guru tersebut berkata, "untuk menjawab pertanyaan kamu, pergilah ke ladang jagung dan pilih jagung terbesar dan kembali lagi. Tapi aturannya sama menyerupai sebelumnya, kau hanya sanggup melakukannya sekali dan tidak sanggup kembali memilih." Anak tersebut pergi ke ladang jagung, kali ini ia berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan sebelumnya. Ketika hingga di tengah ladang, ia mengambil satu jagung berukuran sedang yang ia rasa cukup besar dan anggun kemudian kembali menemui gurunya. Dia menggambarkan bagaimana ia menciptakan pilihan. Guru tersebut berkata, "Kali ini kau tidak tiba dengan tangan hampa. Kamu mencari yang kau anggap bagus, dan kau yakin bahwa apa yang kau sanggup itu yang terbaik. Begitulah cara seseorang menciptakan pilihan untuk menikah."
Anak itu tampak bingung. Guru tersebut pun bertanya, "Apa yang menciptakan kau bingug?" Anak itu menjawab, "Saya bertanya-tanya mana yang lebih baik, menikahi orang yang kau cintai atau menyayangi orang yang kau nikahi". Guru menjawab, "Ini balasan yang sangat mudah, hanya kalau kau mau jujur pada diri sendiri dan tetap teguh pada pendirian kau sendiri."
Moral: Hidup itu menyerupai sekeranjang buah. Entah kau menentukan untuk memakan buah yang kau suka, atau memakan buah yang anggun untuk kesehatan. Buat pilihan yang sempurna atau kau akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk memikirkannya saja.Selama kau tetap yakin dan juga jujur pada diri sendiri, kau tidak akan salah pilih alasannya semua pilihan itu benar.
Bagi teman-teman yang memiliki suatu goresan pena unik perihal apa saja, ataupun puisi, cerpen, cergam, pantun, bahkan profil sekolah/guru favorit; dan ingin dibagikan ke teman-teman lainnya melalui mading zona siswa, silahkan saja kirim karya kalian di Mading . Karya kalian nantinya akan ditampilkan di mading kami dan akan dibaca oleh ribuan pengunjung lainnya setiap hari. Ayoo kirim karya kalian di mading . Terima kasih... ZONA SISWA | Ikut Mencerdaskan Bangsa
Buat lebih berguna, kongsi:

